Senin, 14 Oktober 2013

NAMA PARTAI PESERTA PEMILU 2004 DI INDONESIA

Rinaldi Afriadi Siregar / PIS


Pemilihan Umum tahun 2004 merupakan eksperimen demokrasi Indonesia baru. pemilu 2004 merupakan pemilu kedua setelah Presiden Suharto lengser, meskipun demikian, pada pemilu kedua ini memiliki perbedaan yang sangat jauh dalam banyak hal dengan pemilu 1999. Hal ini karena pemilu 2004 merupakan pemilu pertama setelah amandemen ke-4 UUD 1945. Melalui amandemen struktur politik Indonesia dirubah sedemikian rupa sehingga mempengaruhi proses rekruitmen elit politik.

Beberapa perubahan penting dalam amandemen yang berkaitan dengan pemilu adalah dalam hal mekanisme pemilihan presiden-wakil presiden dan dibentuknya lembaga baru yang bernama Dewan Perwakilan Daerah (DPD). Perubahan terjadi juga pada pola rekruitmen kepala daerah yang efektif dilakukan setelah pemilu nasional 2004.

Menurut konstitusi 1945 hasil amandemen ke-4, pemilihan pasangan presiden dan wakil presiden tidak lagi dipilih melalui Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR). Konstitusi mengamanatkan pemilihan presiden dan wakil presiden dilakukan oleh rakyat secara langsung melalui mekanisme pemilu.

Terkait dengan DPD, kehadiran lembaga ini menjadikan konsep perwakilan yang dianut Indonesia bergeser dari unicameral menjadi bicameral. Secara prinsip, konsep perwakilan yang ada di DPD, sesuai namanya, adalah wujud dari representasi ruang/daerah. Ide perwakilan ruang ini terbentuk untuk mengkompensasi kelemahan dalam perwakilan politik yang ada di DPR. Di dewan terjadi ketidak seimbangan antara perwakilan politik yang berasal dari Jawa dan luar Jawa. Akibatnya, jumlah wakil yang ada di DPR lebih banyak berasal dari daerah Pulau Jawa dibandingkan wakil dari daerah luar Pulau Jawa. Dengan hadirnya DPD, ketidak seimbangan itu berusaha diatasi.

Pemilu 2004 dapat dikatakan sebagai jalan yang sama sekali baru bagi Indonesia dalam menapaki demokrasi perwakilan. Kebaruan itu pada suatu sisi adalah akibat dari dampak perubahan konstitusi seperti yang disebutkan diatas, dan pada sisi yang lain adalah efek dari kebebasan terhadap metode berpolitik aktor-aktor politik dan civil society.
Hasil Pemungutan Suara :
No Urut
Nama Partai
Jumlah Suara
Jumlah Kursi
1.
PARTAI NASIONAL INDONESIA MARHAENISME 2004
923159
1
2.
PARTAI BURUH SOSIAL DEMOKRAT
636056
0
3.
PARTAI BULAN BINTANG 2004
2970487
11
4.
PARTAI MERDEKA 2004
842541
0
5.
PARTAI PERSATUAN PEMBANGUNAN 2004
9248764
58
6.
PARTAI PERSATUAN DEMOKRASI KEBANGSAAN 2004
1313654
5
7.
PARTAI PERHIMPUNAN INDONESIA BARU 2004
672952
0
8.
PARTAI NASIONAL BANTENG KEMERDEKAAN 2004
1230455
1
9.
PARTAI DEMOKRAT 2004
8455225
57
10.
PARTAI KEADILAN DAN PERSATUAN INDONESIA 2004
1424240
1
11.
PARTAI PENEGAK DEMOKRASI INDONESIA 2004
855811
1
12.
PARTAI PERSATUAN NAHDATUL UMMAH INDONESIA 2004
895610
0
13.
PARTAI AMANAT NASIONAL 2004
7303324
52
14.
PARTAI KARYA PEDULI BANGSA 2004
2399290
2
15.
PARTAI KEBANGKITAN BANGSA 2004
11989564
52
16.
PARTAI KEADILAN SEJAHTERA 2004
8325020
45
17.
PARTAI BINTANG REFORMASI 2004
2764998
13
18.
PARTAI DEMOKRASI INDONESIA PERJUANGAN 2004
21026629
109
19.
PARTAI DAMAI SEJAHTERA 2004
2414254
12
20.
PARTAI GOLONGAN KARYA 2004
24480757
128
21.
PARTAI PATRIOT PANCASILA 2004
1073139
0
22.
PARTAI SARIKAT INDONESIA 2004
679296
0
23.
PARTAI PERSATUAN DAERAH 2004
657916
0
24.
PARTAI PELOPOR 2004
878932
2
.



DAFTAR PUSTAKA :

Tidak ada komentar:

Posting Komentar