Selasa, 08 Oktober 2013

KONFERENSI TINGKAT TINGGI NON BLOK

Roselma br Panjaitan/pis
1. Asia Afrika dan Negara Non Blok
Hampir semua negara peserta konferensi Asia Afrika yang juga termasuk negara Non Blok sering disebut negara non Blok.
Solidaritas Asia Afrika masih terasa dominan dalam konferensi non blok. Semangat Bandung Dasasila Bandung masih berkumandang konferensi Asia Afrika II yang direncanakan pada tanggal 29 juni 1965 di Aljazair diundurkan karena terjadi kudeta  di negara tersebut tanggal 19 Juni 1965, maka rencana konferensi diundurkan sampai pada tanggal 5 November 1965, dan itupun tidak diselenggarakan sehingga gagal. Konferensi Tingkat Tinggi Negara non blok yang pertama diselenggarakan di Beograd, Jugoslavia mulai tanggal 1 sampai 6 September 1961 dihadiri oleh 25 negara termasuk Indonesia. Konferensi ini dianggap sebagai kelanjutan konferensi Asia Afrika di Bandung, 1955 di prakarsai oleh Afganistan, India, Indonesia, Mesir dan Jugoslavia sebagai tuan rumah.
KTT II diadakan di kairo 1964, KTT III di Lusaka(Zambia) 1970, KTT IV di Aljazair 1973, KTT V di Colombo, srilangka 1976, KTT VI di Hanava 1979, Cuba dan KTT VII di New Delhi 1983, India. Seyogyanya KTT VII akan diadakan di Bagdad, Irak, tetapi karena terlibat perang Irak-ran dipindahkan ke India.Gerakan non blok beranggotakan 97 negara organisasi bertambah luas, tetapi kwalitasnya semakin tidak jelas. Bahkan negara non blok bukan non blok lagi akibatnya kekuatan moral menjadi merosot.
Peranan gerakan non blok sampai saat ini tetap penting, sejak KTT pertama di Bagdad, Jugoslavia, 1961 yang dihadiri 25 negara hampir setiap negara dunia ketiga yang merdeka menjadi anggota non blok. Mereka sadar gerakan tersebut dapat menjamin  kemerdekaan mereka menjadi forum dan alat penyalur aspirasi mereka menggalang kerjasama mencapai kedamaian dan keadilan. Gerakan non blok sampai saat ini masih melanjutkan usahanya meredakan ketegangan dan konflik di dunia serta menentang terbentuknya blok-blok. Dalam menghadapi semua situasi konflik yang ada gerakan non blok melanjutkan usahanya memperkuat penyelesaian politik yang damai sesuai dengan hukum.Geraka non blok juga membantu negara yang baru merdeka.Setiap anngota non blok mempunyai kebijaksanaan dalam politik luar negerinya masing-masing sesuai kepentingan mereka.Dalam non blok seyogyanya tidak terlihat sesuatu negara pro blok, prinsip tidak mencampuri urusan dalam negeri telah kabur dan sulit untuk ditetapkan.Intervensi pada negara non blok terjadi dibeberapa negara baik di Asia maupun Afrika.Gerakan non blok berfungsi dan berperan apabila kembali pada Semangat Bandung dan Dasasila Bandung.
Oleh sebab itulah pada kesempatan peringatan Tri Dasa Warsa Konferensi Bandung diadakan tanggal 24 dan 25 April 1985, negara-negara non blok khususnya negara Asia Afrika kembali semangat persatuan dan persahabatan, semangat Bandung Dasasila Bandung bukan milik Indonesia, India, Srilanka dan Pakistan saja tetapi gerakan non blok dan dunia cinta damai lainnya, karena tidak bertentangan dengan Piagam Perserikatan Bangsa-bangsa (PBB) Indonesia dalam melaksanakan politik luar negerinya secara konsekuen tetap melaksanakan Semangat Bandung ini
2. Peranan Indonesia di dalam KTT Non Blok
Kita menilai peringatan Tri Dasa Warsa KAA yang diselenggarakan di Bandung merupakan keberhasilan dan kesuksesan bagi Indonesia.Apakah dengan pengalaman yang berharga ini dimasa mendatang Indonesia pun dapat mengadakan konferensi atau pertemuan yang serupa seperti KTT Non Blok
Melalui pembangunan nasional pelita-pelitanya, Indonesia telah berhasil memperbaiki tata kehidupan rakyatnya yang lebih baik.Pelita IV tahun kedua telh berjalan untuk persiapan menuju lepas landas.Dengan keberhasilan pembangunan nasional tersebut kesempatan Indonesia untuk berperan aktif di dunia internasional, terutama di kawasan Asia Afrika dan Amerika Latin dan bahkan pada Gerakan Non Blok itu sendiri.
Peningkatan ekonomi dan stabilitas pertahanan keamanan nasional yang cukup mantap pemerataan pembangunan dan hasilnya bagi rakyat dan wilayah Indonesia, memungkinkan pula pelaksanaan politik luar negeri bebas aktif berkembang dan ditingkatkan secara aktif setahap demi setahap sehingga akan menjadi lebih efektif.

Daftar Pustaka
DRS.A.W.Widjaja.1986.Indonesia Asia Afrika Non Blok Politik Bebas Aktif.PT.Bina Aksara

Tidak ada komentar:

Posting Komentar