Sabtu, 05 Oktober 2013

JATUHNYA PEMERINTAHAN ORDE BARU

Eko adi putra/pis

Krisis moneter menyebabkan ekonomi indonesia melemah dan menyebabkan makin besarnya ketidak puasan masyarat indonesia terhadap pemerintahan soeharto. Disamping itu krisis moneter menyebabkan terjadinya demonstrasi besar-besaran yang dilakukan berbagai elemen masyarakat terutama yang berasal dari kalangan mahasiswa di berbagai wilayah indonesia.
Pemerintahan soeharto semakin mendapat citra negatife setelah terjadinya tragedi Trisakti pada tanggal 12 mei 1998 yang kemudian memicu terjadinya kerusuhan mei 1998 sehari setelahnya. Gerakan mahasiswa pun meluas di hampir seluruh indonesia. Mereka menyuarakan pentingnya reformasi bagi indonesia. Agenda reformasi yang disuarakan para mahasiswa mencakup beberapa tuntutan, seperti:
·         Adili soeharto dan kroni-kroninya
·         Laksanakan amandemen UUD 1945
·         Penghapusan dwi fungsi ABRI
·         Pelaksanaan otonom daerah yang seluas-luasnya
·         Penegakan supermasi hukum
·         Ciptakan pemerintahan yang bersih dari KKN
Dibawah tekanan yang besar dari dalam maupun luar negeri. Soekarno akhirnya memilih untuk mengundurkan diri dari jabatannya sebagai presiden.
Tinjauan kronologis jatuhnya pemerintah orde baru
·         Tanggal 10 Maret 1998 melalui Sidang Umum MPR Soeharto terpilih kembalih sebagai presiden RI untuk masa jabatan lima tahun (1998-2003) yang ketujuh kali dengan menggandeng B.J. Habibie sebagai Wakil Presiden.
·         Tanggal 4 Mei harga BBM naik 71%, yang menimbulkan aksi demontrasi di berbagai kota, seperti 3 hari kerusuhan di Medan dengan korban 6 meninggal.
·         Tanggal 8 Mei Peristiwa Gejayan, 1 mahasiswa Yogyakarta tewas.
·         Tanggal 9 Mei Presiden Soeharto berangkat ke luar negeri dalam rangka kunjungan kenegaraan selama satu minggu ke Mesir.
·         Tanggal 12 Mei Tragedi Trisakti, 4 Mahasiswa Trisakti terbunuh, yaitu Elang Mulia Lesmana,  Hendriawan Lesmana, Heri Hertanto, dan Hafidin Royan. Sedangkan para mahasiswa yang menderita luka ringan dan luka parah pun tidak sedidkit jumlah, setelah bentrok dengan aparat keamanan yang berusaha membubarkan para demontrans.
·         Kerusuhan Mei 1998 pecah di Jakarta. Kerusuhan juga terjadi dikota solo. Presiden Soeharto yang sedang menghadiri pertemuan-pertemuan negara berkembang G-15 di Kairo, Mesir, memutuskan untuk kembali ke Indonesia di Kairo, Presiden Soeharto  menyatakan akan mengundurkan diri dari jabatannya sebagai presiden.
·         Tanggal 14 Mei demontrasi terus bertambah besar hampir seluruh kota-kota di indonesia,demontrans mengepung dan menduduki gedung-gedung DPRD di daerah.
·         18 Mei Ketua MPR yang juga ketua Partai Golkar, Harmoko meminta Soeharto untuk turun dari jabatannya sebagai presiden.
·         Jendral Wiranto mengatakan bahwa pernyataan Harmoko tidak mempunyai dasar hukum wiranto mengusulkan pembentukan "Dewan Reformasi"
·         Gelombang pertama mahasiswa dari FKSMJ, Forum Kota, UI dan HMI MPO memasuki halaman dan menginap di Gedung DPR/MPR.
·         Tanggal 19 Mei Soeharto berbicara di TV, menyatakan dia tidak akan turun dari jabatannya, tetapi menjanjikan pemilu baru akan dilaksanakan secepatnya.
·         Tanggal 21 Mei Soeharto mengumumkan pengunduran dirinya pada pukul 9:00 WIB
·         Wakil Presiden B.J. Habibie menjadi presiden baru indonesia.
·         Di Gedung DPR/MPR, bentrokan hampir terjadi antara pendukung Habibie yang memakai simbol-simbol dan atribut keagamaan dengan mahasiswa yang masih bertahan di Gedung DPR/MPR. Mahasiswa menganggap bahwa Habibie masih tetap bagian dari rezim Orde Baru. Tentara mengevakuasi mahasiswa dari Gedung DPR/MPR ke Universitas Atma Jaya.
  
Daftar Pustaka
Bandoro, Bantarto. 1994. Hubungan luar negeri indonesia selama Orde Baru. Jakarta: CSIS
 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar